Sabtu, Agustus 08, 2009
Harmony Hati
Seorang sahabat mengirimkan SMS nya ke saya:
”Jodoh memang sebuah misteri Illahi…seperti misteri segitiga bermuda Formosa, seperti misteri penyalipan Yudas …seperti lenyapnya benua Atlantis dan harta raja Sulaiman.”
Mmm...iya, setiap kita pasti mengiyakannya. Bahwa jodoh adalah sebuah misteri yang unik bagi siapapun. Berbibacara tentang jodoh, seketika saya teringat seorang novelis ternama di Indonesia : Helvy Triana Rossa. Beberapa bulan yang lalu saya mengunjungi blog beliau. Sebuah blog yang berisi tentang romantika kehidupannya dengan sang suami: mas Tomy. Tentang mas Tomy nya itu...., seseorang yang awal tak sama sekali ia kenal kini telah mendampingi hidupnya selama 12 tahun. Sedari kecil mba Helvy tak sama sekali memiliki teman maupun karib keluarga yang bernama Tomy. Tetapi Tomy adalah sebuah nama yang ia berikan kepada boneka kecilnya. Hingga kemudian Alloh menghadirkan seorang Tomy untuknya. Ia dijodohkan dengan Mas tomy yang sedehana dan memiliki karakter yang hampir pasti berlawanan dengan karakternya. Menurut Faridz, anaknya yang kini juga telah menjdi penulis cilik : ”Bunda tuh sangat jauh berbeda dengan Ayah. Bunda romantis sementara ayah ga’ sama sekali romantis, Bunda seriiiing ngobrol, tapi ayah sangat pendiam, Bunda tuh begini tapi ayah begitu...duh pokoknya banyak banget deh beda nya.... Tapi hebatnya bunda dan ayah tuh ga’ pernah bertengkar.., Bunda ngertiin ayah banget...Ayah juga begitu... dan yang pasti bunda dan ayah sama-sama saling mencintai dan sama-sama sholeh.:)
Perbedaan karakter yang serupa juga saya temukan pada kedua orangtua saya. Bahkan hampir tak ada persamaan karakter antara keduanya. Meski mereka tak saling mengenal satu sama lain sebelum pernikahan (mama’ menerima lamaran bapak lantaran kakek juga menerimannya dengan hanya satu alasan : bapak pinter shholat dan ngaji, meski saat itu bapak tak mempunyai pekerjaan tetap), Teapi seiring berjalannya waktu mereka sama-sama bisa saling menyanyangi, saling mencintai, saling mengerti, saling menerima kekurangan satu sama lain, dan saling memahami perbedaan-perbedaan di antara keduanya Demikian juga dengan ketiga saudara saya yang telah menikah. Ada banyak perbedaan yang saya temukan antara mereka dengan pasangannya masing-masing. Perbedaan itu justru terlihat lebih indah. Iya tentu..karna bagi saya saling memahami dan mengerti antara satu sama lain adalah harmony kehidupan yang sangat indah. Meski perbedaan bisa menjadi potensi konflik bagi siapapun. Dan tentu saja tak akan ada hubungan tanpa konflik. Tapi kedekatan diri denganNya akan mampu mengatasi konflik dengan ending yang sangat bijak.
Sekarang saya mulai dapat menyimpulkan bahwa jodoh kita tidaklah harus berkarakter sama dengan kita. Justru sepertinya kita harus mencari atau bahkan menciptakan perbedaan itu. Perbedaan itu akan menjadi suatu tantangan yang jika kita kelola dengan baik akan menjadi kekuatan terbaik bagi kita. Jadi sebenarnya kita tidak perlu melakukan pendekatan personal dengan seseorang yang merupakan jodoh kita nantinya. Karna kita tak perlu mencari kecocokan sikap dan karakter.
Bahwa Islam hanya membolehkan taaruf dan mengharamkan sesuatu yang melebihi itu memang benar adanya. Tak perlu adanya penjajakan, tak perlu ada pacaran karna darinya tak kan ada manfaat apapun. Alasan untuk menemukan kecocokan, saling memahami atau apapun sesungguhnya hanya alasan klise yang sebenarnya tak kan berpengaruh apapun terhadap keharmonisan rumah tangga di kemudian hari. Karna kita tak perlu mencari kecocokan sikap dan karakter. Kita hanya perlu menyiapkan kekuatan ruh, hati, jiwa dan fikiran untuk dapat beradaptasi dengan kemungkinan perbedaan yang ada. Kita hanya perlu tau kualitas keimanannya. Karna semakin tinggi keimanan seseorang maka ia akan semakin bijak dan sabar menjalani proses adaptif di kemudian hari, tanpa ada keluh kesah dan tanpa kecewa di hati.
Ehm....jadi berjodoh dengan orang yang baru saja kita kenal atau menerima proses perjodohan??? So what gitu loh?? Tapi : ”Iman ”..harus menjadi sandaran utama kita untuk menentukan pilihan itu...Bagaimana menurur anda??? setuju???.
www.asyifa85@yahoo.com
asyifa85@yahoo.com
EraMuslim.com
Senin, Desember 22, 2008
Yaa Rabbi, Bagaimana Mungkin...
Perlahan-lahan kehidupan ini mulai dapat kami nikmati, ‘enjoy your life‘ kata orang di sana. Masalah-masalah yang mengejar memang tak pernah hilang atau berhenti barang sejenak. Masalah itu masih ada, tak akan hilang sampai kami sendiri yang menyelesaikannya, tak bisa berharap dari orang lain meski sebenarnya masalah itu tanggung jawab bersama. Solusi yang realistis belum juga muncul, kami harus menanggung hutang yang tidak pernah kami cicipi wujudnya.
Mencari kerja masih terus diupayakan, apapun lowongannya. Memulai usaha sendiri praktis hampir mustahil tanpa ada sedikit pun modal yang kami miliki apalagi kami telah berkomitmen tidak akan pernah lagi berhutang untuk alasan apapun. Satu per satu panggian interview datang tanpa ada hasil yang jelas, mulai dari lowongan asli dari perusahaan bonafide sampai perusahaan ‘penipu’ yang berusaha mencari nasabah/investor untuk transaksi valasnya dengan berkedok membuka lowongan pekerjaan, kami datangi.
‘Life is not easy‘, memang hidup itu akan terasa berat jika kita tidak pernah tahu apa tujuan hidup ini. Ibarat orang berjalan di tengah gurun yang terik tanpa pernah tahu kea rah mana tujuannya, sejauh mata memandang hanya hamparan pasir yang ada. Terik sinar matahari makin menampakkan betapa tidak bersahabatnya kehidupan diluar sana dengan diri kita. Hingga hidup seperti hanya sekedar untuk mengejar oase-oase fatamorgana yang tampak rindang dan sejuk tapi hilang seketika kita sampai di sana. Mata air-mata air palsu bualan penglihatan manusia tak mampu menebus dahaga yang ada.
Tapi kami punya tujuan hidup. Beribadah, that’s all. Hanya karena alasan itu kenapa kami diciptakan di dunia ini dan hanya karena alasan itu pulalah sehingga kami masih ada di dunia saat ini. Hingga kami harus senantiasa bersyukur ketika diri ini masih dimampukan untuk beribadah kepada-Nya. Seorang telah banyak mengingatkan kami akan hal ini, pada masa-masa yang tidak cukup mudah bagi kami saat ini. Saat segala keterbatasan melingkupi kehidupan kami, meski kami tak akan pernah mengatakan bahwa saat ini kami sedang mengalami ‘kekurangan’. Sungguh Allah SWT telah mencukupi rizqi untuk kami meskipun bagi sebagian orang kondisi kami berkekurangan. Rabb kami pasti memiliki rencana besar di balik semua ini, Dia pasti telah memiliki rasio dan rumusan yang pasti benar atas ‘jatah’ rizqi kami di dunia ini. Jikapun suatu saat telah habis, maka itulah giliran kami menghadap-Nya untuk mengharap bentuk cinta-Nya yang lain di akhirat nanti.
Hari ini memang seperti hari lainnya, hanya saja dana yang seharusnya digunakan untuk makan sehari-hari harus berkurang alokasinya karena aku gunakan untuk ongkos ke Jakarta memenuhi panggilan interview sebuah perusahaan pagi tadi. Seperti biasa pula kami makan bersama-sama, aku, bidadariku tercinta, dan kedua penyejuk hati kami, Salsabila dan Azzam. Dua piring nasi dengan warna hitam dari kecap yang sangat mewarnai telah disiapkan. Memang itu yang menjadi favorit kami saat ini, malah terkadang meski lauk masih ada Salsabila dan Azzam tetap minta suapan nasi kecap tanpa lauk. Bergantian mereka minta disuapkan entah dari aku atau sang bunda, yang posisinya paling dekat dengan mereka. Alhamdulillah hingga pada paruh terakhir nasi di piring tersisa, mulut-mulut mungil mereka masih tetap terbuka. Tapi rupanya kali ini keaktifan bermain mereka membutuhkan energi cukup besar sehingga mereka makan cukup lahap. Yaa Rabbi, bagaimana mungkin tanganku menyuapkan nasi ke mulutku sementara mulut-mulut mungil mereka masih terbuka lebar… yaa Rabbi, bagaimana mungkin diri ini tega mengharapkan masih akan tersedia sisa nasi dari mereka setelah mereka kenyang nanti. Yaa Rabbi, aku percaya bahwa diri ini telah Engkau berikan rizqi tersendiri, Engkau Maha Kuasa sehingga aku tak akan pernah bisa mengetahui cara-Mu menyampaikan rizqi kepadaku.
Yaa Rabbi, ampunilah hamba-Mu ini, yang sering tak mampu menyadari, isteriku tercinta pasti lebih sering mengalami hal ini. Mulutnya tetap mampu berkata kenyang meski lambungnya berteriak lapar. Beberapa sendok nasi tambahan yang kuselipkan sembunyi-sembunyi pasti tak akan cukup membungkam teriakan lapar lambungnya. Yaa Rabbi, ampunilah hamba-Mu ini.
Subhanallah…ternyata masih ada beberapa sendok nasi tersisa. Maha Besar Allah SWT yang telah membuat lambung ini tak lagi perih. Alhamdulillah karena rasa lapar itu telah hilang. Laa hawla walaa quwwata illa billah…
~Abu Hasan~
Semoga Allah SWT senantiasa melimpahkan rahmat atasnya, dan memudahkan terbukanya pintu rizqi untuknya. Amiin...
EraMuslim.com
Minggu, Oktober 19, 2008
Kerinduan-Kerinduan yang Salah Alamat ^_^
KERINDUAN itu selalu ada dalam diri kita, pada apa saja. Karena ia adalah harapan, cita-cita,dan impian kita untuk memperoleh atau meraih sesuatu yang baik. Akan tetapi, tidak selamanya kerinduan itu berujung pada keberhasilan yang memberi manfaat, karena seringkali kita menambatkan kerindua itu pada sesuatu yang salah, pada alamat-alamat yang keliru. Sehingga bukan MASLAHAT yang kita dapat, tetapi MAFSADAT yang kita tuai.
Tidak dapat dipungkiri bahwa dalam diri kita selalu muncul kerinduan-kerinduan itu, pada sesuatu yang sesungguhnya sangat menentukan jalan hidup kita. Tetapi ia seringkali tak tercapai karena dialamatkan pada sasaran yang salah.
KERINDUAN pada PAHLAWAN dan FIGUR yang Salah Alamat ^_^
Saudaraku yang dirahmati Allah,
Pada situasi tertentu terkadang kita mendambakan hadirnya seseorang yang mampu memberi kita rasa aman, perlindungan, dan harapan untuk sebuah keadaan yang lebih baik. Di tengah banyaknya permasalahan pribadi, permasalahan umat, dan di tengah situasi negeri kita yang tidak menentu, sebenarnya kita begitu merindukan pahlawan, mendambakan figur yang membimbing, memberi contoh, dan rasa aman. Sayangnya, kerinduan itu sering sekali tidak menemukan sasarannya.
Saudaraku fillah......Iironisnya, kerinduan yang salah alamat itu sering pula diperankan oleh diri kita, orang-orang dewasa yang seharusnya lebih mampu menggunakan akal dan pikiran secara baik. Kita terkadang terlalu memuji seseorang, mengagungkan, bahkan mengkultuskannya, dengan alasan-alasan yang tidak ilmiah, sehingga menutup mata kita sendiri bahwa sebenarnay orang yang kita tuju itu tidak mampu membawa kita kemana-mana. Kita terlena dengan tampilan fisik, logika-logika yang memukau, sehingga melupakan isi. Kita bahkan tidak pernah berani untuk jujur pada realita, bahwa ada sosok yang seolah menikmati segala pujian dan sanjungan orang lain pada dirinya, merasa mendapatkan dukungan yang kuat, padahal sesungguhnya dia tidak memiliki kekuatan apa-apa, kecuali PUJIAN itu sendiri. Tetapi, kepadanya KERINDUAN itu selalu kita arahkan seolah kita tidak lagi punya alternatif yang lain.Inilah KERINDUAN yang SALAH ALAMAT itu. Wallahu’alam bishowab. Semoga kita bisa membekali KERINDUAN dengan ILMU dan ORIENTASI YANG BENAR. Amin. (Sulthan Hadi, Tarbawi)
Jangan SPEKULASI IMAN.. !!!
Bagaimana kabar kalian pasca Ramadhan?
Apakah setelah Idul Fitri seolah-olah terjadi EUFORIA kebebasan dan kebablasan kembali pada diri kita??
Terkadang pasca Ramadhan dan Idul Fitri kita merasa bahwa diri kita kembali fitrah, laksana lembaran kertas putih yang bersih tanpa coretan.Sering sekali kita lalai, kembali disibukkan dengan kefasika-kefasikan dan hal-hal yang melenakan. Padahal saat itulah tugas berat menunggu, yaitu bagaimana kemudian kita mengisi lembaran kertas putih itu dengan AMALAN-AMALAN, kemudian menjaganya dengan IMAN, dan juga gangguan dari KENIKMATAN-KENIKMATAN DUNIAWI.
”Maka tatkala mereka melupakan peringatan yang telah diberikan kepada mereka, Kami-pun membukakan semua pintu-pintu kesenangan untuk mereka; sehingga apabila mereka bergembira dengan apa yang telah diberikan kepada mereka, Kami siksa mereka dengan sekonyong-konyong, maka ketika itu mereka terdiam berputus asa. (QS Al An’am :44)
Saudaraku yang dirahmati Allah,
Sesungguhnya antara ramadhan satu ke ramadhan berikutnya, disitulah ujian-ujian harus dihadapi dengan UJIAN YANG LEBIH DAHSYAT, karena syetan telah kembali dilepas dan manusia-manusia fasikpun kembali membuka ladang-ladang kemaksiatan. So... Pasca Ramadhan, JANGAN MELAKUKAN SPEKULASI IMAN dengan bergabung dan terlenakan oleh hal-hal yang melenakan tadi. Berusahalah untuk tetap berada dalam lingkungan yang kondusif untuk menjaga keimanan kita. Wallahu’alam bishowab.
Semoga Allah senantiasa memberikan kemudahan dan kekuatan untuk ISTIQOMAH dalam diri kita. n_n
HATIKU HATIMU HATI-HATI.....!!!
Saudaraku yang dirahmati Allah,
Menjaga hati adalah pekerjaan yang tidak mudah. Lebih mudah menjaga singa dalam kandang daripada menjaga dalam diri. Hal ini dikarenakan sifat hati yang senantiasa berubah. Hari ini ia baik, mungkin besok pagi, bahkan nanti sore sudah berubah menjadi jahat. Hari ini ia dermawan, besok bisa kikir. Oleh karena itu kita diajarkan untuk berdoa, “Ya muqallibal qulub, tsabbit qalbi ala diinik.”
Saudaraku yang dirahmati Allah,
HATI ibarat RAJA, sementara seluruh panca indera adalah pasukannya. Jikalau hati, sebagai raja memerintah dengan baik, maka seluruh panca indera yang merupakan bala tentaranya akanmengarah pada kebaikan. Sebaliknya jika hati rusak maka seluruh panca indera pun akan berbuat kerusakan, dari mata, telinga, tangan, dan juga lisan pun akan ikut rusak.
”Maka apakah mereka tidak berjalan di muka bumi, lalu mereka mempunyai hati yang dengan itu mereka dapat memahami atau mempunyai telinga yang dengan itu mereka dapat mendengar? Karena sesungguhnya bukanlah mata itu yang buta, tetapi yang buta, ialah HATI yang ada di dalam dada. ” (Q.S. Al Hajj: 46)
So......., hatiku hatimu hati-hati !!!! n_n
Semoga Allah senantiasa memberi kekuatan untuk menjaganya.
(terinspirasi dari bukunya Akhina Fadlan Al-Ikhwani, syukron katsiir)
Rabu, September 24, 2008
Bila Al-Quran Berbicara !

Waktu engkau masih kanak-kanak, kau laksana kawan sejatiku, Dengan wudu' aku kau sentuh dalam keadaan suci Aku kau pegang, kau junjung dan kau pelajari, Aku engkau baca dengan suara lirih ataupun keras setiap hari, Setelah usai engkaupun selalu menciumku mesra.
Sekarang engkau telah dewasa...
Nampaknya kau sudah tak berminat lagi padaku, Apakah aku bacaan usang yang tinggal sejarah, Menurutmu barangkali aku bacaan yang tidak menambah pengetahuanmu Atau menurutmu aku hanya untuk anak kecil yang belajar mengaji saja?
Sekarang aku engkau simpan rapi sekali hingga kadang engkau lupa dimana menyimpannya. Aku sudah engkau anggap hanya sebagai perhiasan rumahmu. Kadang kala aku dijadikan mas kawin agar engkau dianggap bertaqwa, Atau aku kau buat penangkal untuk menakuti hantu dan syetan. Kini aku lebih banyak tersingkir, dibiarkan dalam kesendirian dalam kesepian. Di atas lemari, di dalam laci, aku engkau pendamkan.
Dulu...pagi-pagi...surah-surah yang ada padaku engkau baca beberapa halaman. Sore harinya aku kau baca beramai-ramai bersama temanmu di surau.....,Sekarang... pagi-pagi sambil minum kopi...engkau baca Koran pagi atau nonton berita TV.
Waktu senggang..engkau sempatkan membaca buku karangan manusia. Sedangkan aku yang berisi ayat-ayat yang datang dari Allah Yang Maha Perkasa. Engkau campakkan, engkau abaikan dan engkau lupakan...
Waktu berangkat kerjapun kadang engkau lupa baca pembuka surah2ku (Basmalah). Diperjalanan engkau lebih asyik menikmati musik duniawi, Tidak ada kaset yang berisi ayat Alloh yang terdapat padaku di laci mobilmu. Sepanjang perjalanan radiomu selalu tertuju ke stasiun radio favoritmu. Aku tahu kalau itu bukan Stasiun Radio yang senantiasa melantunkan ayatku.
Di meja kerjamu tidak ada aku untuk kau baca sebelum kau mulai kerja, Di Komputermu pun kau putar musik favoritmu, Jarang sekali engkau putar ayat-ayatku melantun, E-mail temanmu yang ada ayat-ayatkupun kadang kau abaikan, Engkau terlalu sibuk dengan urusan duniamu, Benarlah dugaanku bahwa engkau kini sudah benar-benar melupakanku.
Bila malam tiba engkau tahan nongkrong berjam-jam di depan TV, Menonton pertandingan Liga Italia , musik atau Film dan Sinetron laga. Di depan komputer berjam-jam engkau betah duduk, Hanya sekedar membaca berita murahan dan gambar sampah. Waktupun cepat berlalu...aku menjadi semakin kusam dalam lemari, Mengumpul debu dilapisi abu dan mungkin dimakan kutu. Seingatku hanya awal Ramadhan engkau membacaku kembali Itupun hanya beberapa lembar dariku, Dengan suara dan lafadz yang tidak semerdu dulu, Engkaupun kini terbata-bata dan kurang lancar lagi setiap membacaku.
Apakah Koran, TV, radio , komputer, dapat memberimu pertolongan ?
Bila engkau di kubur sendirian menunggu sampai kiamat tiba, Engkau akan diperiksa oleh para malaikat suruhanNya, Hanya dengan ayat-ayat Allah yang ada padaku engkau dapat selamat melaluinya.
Sekarang engkau begitu enteng membuang waktumu...
Setiap saat berlalu...kuranglah jatah umurmu...
Dan akhirnya kubur sentiasa menunggu kedatanganmu..
Engkau bisa kembali kepada Tuhanmu sewaktu-waktu Apabila malaikat maut mengetuk pintu rumahmu.
Bila aku engkau baca selalu dan engkau hayati.........................
Di kuburmu nanti.....................
Aku akan datang sebagai pemuda gagah nan tampan, Yang akan membantu engkau membela diri, Bukan koran yang engkau baca yang akan membantumu, Dari perjalanan di alam akhirat. Tapi Akulah "Qur'an" kitab sucimu, Yang senantiasa setia menemani dan melindungimu.
Peganglah aku lagi . .. bacalah kembali aku setiap hari.....
Karena ayat-ayat yang ada padaku adalah ayat suci.....
Yang berasal dari Alloh, Tuhan Yang Maha Mengetahui.....
Yang disampaikan oleh Jibril kepada Muhammad Rasulullah.....
Keluarkanlah segera aku dari lemari atau lacimu.....
Jangan lupa bawa kaset yang ada ayatku dalam laci mobilmu.....
Letakkan aku selalu di depan meja kerjamu.....
Agar engkau senantiasa mengingat Tuhanmu.....
Sentuhilah aku kembali.....
Baca dan pelajari lagi aku.....
Setiap datangnya pagi dan sore hari.....
Seperti dulu....dulu sekali.....
Waktu engkau masih kecil , lugu dan polos.....
Di surau kecil kampungmu yang damai Jangan aku engkau biarkan sendiri.....
Dalam bisu dan sepi.....
Mahabenar Allah, yang Mahaperkasa lagi. Mahabijaksana.
Semoga bermanfaat.
Selasa, September 02, 2008
Rindu yang Berujung Surga
Rindu yang Berujung Surga

Perhatikanlah bagaimana 'Atha ibn Abi Rabah menggambarkan saat-saat itu sebagai "penghidup badan, cahaya hati, penerang wajah, kekuatan yang memancar pada pandangan mata bahkan pada seluruh anggota tubuh. Dahulu bila seorang menghidupkan malamnya, ia akan menyambut pagi dengan riang gembira. Dan ketika ia tertidur darinya, ia akan memasuki saat pagi dengan kesedihan yang luar biasa. la seperti kehilangan sesuatu yang sangat berharga."
Begitulah kerinduan pada malam Itu menguasai jiwa-jiwa mereka. Kerinduan itu bahkan membawa mereka pada sebuah padang kesedihan bila malam-malam itu akan segera berakhir. Ketika pagi akan menyingsing dalam hitungan beberapa saat saja. Dengarkanlah bagaimana imam Sufyan Ats-Tsaury menyatakan hal ini, "Bila saat malam tiba aku sungguh merasa gembira, dan bila saat pagi tiba sungguh aku merasa sedih. "
Malam-malam itu mengantarkan mereka pada sebuah kedekatan yang dalam kepada Sang Rabbul 'alamin. Kelezatan munajat yang menggairahkan. Dan itulah saat di mana mereka membangun sebuah jalan indah menuju Surga Allah. "Wahai sekalian manusia, tebarkanlah sa!am, berikanlah makan dan shalatlah di waktu malam saat semua manusia terlelap, niscaya kalian akan masuk Surga dengan selamat " Demikian sabda Nabi Shallallahu Alaihi wa Sallam suatu ketika -di riwayatkan oleh At-Tirmidzy-.
Bila suatu ketika, mereka terluputkan dari saat malam yang indah itu, mereka segera saja mencurigai dan menuduh diri sendiri sebagai penyebabnya. Seperti kata AI-Hasan A1-Bashry, "Sungguh seseorang itu melakukan dosa yang kemudian menyebabkan ia terhalangi untuk bangun di saat malam."
Suatu ketika seorang pria menemuinya. "Wahai Abu Sa'id -begitu ia dipanggil-- ! Entah mengapa qiyamullail begitu melelahkanku..."
Maka AI-Hasan AI-Bashry mengatakan padanya, "Wahai saudaraku, mohon ampunlah kepada Allah, bertaubatlah padanya, sebab itu sesungguhnya sebuah tanda keburukan."
Jadi dugalah apa yang akan dikatakan AI-Hasan AI-Bashry bila melihat jiwa-jiwa kita terlalu lemah untuk itu! Semua karena dosa-dosa yang tak terperikan. Bila sudah demikian adanya, mungkinkah kita dapat menjelma menjadi perindu-perindu malam? Itulah rindu yang membawamu berujung pada surga Firdaus. [ ]
Dikutip dari: “Rindu yang Berujung Surga”
Abul Miqdad Al-Madany
Senin, Agustus 25, 2008
GEMA KEHIDUPAN
~ ~ ~ ~ ~ ~ ~ ~ ~ ~ ~ ~ ~ ~ ~ ~ ~ ~ ~ ~ ~ ~ ~ ~ ~ ~ ~ ~ ~ ~ ~ ~ ~ ~ ~
Seorang bocah mengisi waktu luang dengan kegiatan mendaki gunung bersama ayahnya. Entah mengapa, tiba-tiba si bocah tersandung akar pohon dan jatuh. "Aduhh!" jeritannya memecah keheningan suasana pegunungan. Si bocah amat terkejut, ketika ia mendengar suara di kejauhan menirukan teriakannya persis sama, "Aduhh!". Dasar anak-anak, ia berteriak lagi, "Hei! Siapa kau?" Jawaban yang terdengar, "Hei! Siapa kau?" Lantaran kesal mengetahui suaranya selalu ditirukan, si anak berseru, "Pengecut kamu!" Lagi-lagi ia terkejut ketika suara dari sana membalasnya dengan umpatan serupa. Ia bertanya kepada sang ayah, "Apa yang terjadi?" Dengan penuh kearifan sang ayah tersenyum, "Anakku, coba perhatikan." Lelaki itu berkata keras, "Saya kagum padamu!" Suara di kejauhan menjawab, Saya kagum padamu!" Sekali lagi sang ayah berteriak "Kamu sang juara!" Suara itu menjawab, "Kamu sang juara!" Sang bocah sangat keheranan, meski demikian ia tetap belum mengerti. Lalu sang ayah menjelaskan, "Suara itu adalah gema, tapi sesungguhnya itulah kehidupan." Kehidupan memberi umpan balik atas semua ucapan dan tindakanmu. Dengan kata lain, kehidupan kita adalah sebuah pantulan atau bayangan atas tindakan kita. Bila kamu ingin mendapatkan lebih banyak cinta di dunia ini, ya ciptakan cinta di dalam hatimu. Bila kamu menginginkan tim kerjamu punya kemampuan tinggi, ya tingkatkan kemampuan itu. Hidup akan memberikan kembali segala sesuatu yang telah kau berikan kepadanya. Ingat, hidup bukan sebuah kebetulan tapi sebuah bayangan dirimu.~ ~ ~ ~ ~ ~ ~ ~ ~ ~ ~ ~ ~ ~ ~ ~ ~ ~ ~ ~ ~ ~ ~ ~ ~ ~ ~ ~ ~ ~ ~ ~ ~ ~ ~
Kata-kata kepada siapapun kita ucapkan bisa menimbulkan respon yang bisa berupa tindakan maupun kata-kata sebagai umpan balik dari setiap ucapan kita. begitu pula dalam kehidupan ini, segala hal apapun yang kita lakukan akan senantiasa memberikan respon balik, baik berupa respon positif maupun negatif. tergantung apa yang telah kita perbuat.
Semoga bermanfaat...^_^
Sabtu, Agustus 23, 2008
Agar Kedua Tangan Tetap Menengadah ke Langit
Agar Kedua Tangan Tetap Menengadah ke Langit
Saudaraku fillah,
Simak dan renungkan pertanyaan ini :
- Adakah diantara kita yang tidak memliki masalah sama sekali?
- Adakah diantara kita yang hidupnya teratur dengan sempurna?
- Adakah diantara kita yang tidak memiliki cita-cita yang berusaha ingin dicapai?
- Adakah diantara kita yang sama sekali tidak memiliki obsesi yang berusaha ingin kita gapai?
- Adakah diantara kita yang selamanya santai penuh sepanjang hidupnya?
- Adakah diantara kita yang tidak memiliki harapan-harapan besar yang sulit diraih?
- Adakah diantara kita yang merasa tenang karena yakin bahwa dosa-dosanya tidak akan membuat dia masuk neraka?
- Adakah diantara kita yang sama sekali tidak membutuhkan Allah?
Saudaraku fillah,
Kita semua pasti memiliki tuntutan. Baik itu harta, istri/suami, pekerjaan, anak-anak, amanah, dan sebagainya. Setiap kita juga selalu mengahrap keridhaan, petunjuk, dan karunia Allah. Setiap kita juga mempunyai beragam persoalan yang ingin cepat terselesaikan.
Saudaraku fillah,
Ketahuilah… bahwa seolah sekian banyak masalah dan persoalan dibagi rata agar kita kembali pada Allah, seolah agar segala keinginan dan cita-cita yang tertunda itu agar kita senantiasa menengadah kepada Allah, dan seolah-olah ampunan Allah itu tidak bisa diketahui, apakah sudah diberikan atau belum agar kedua tangan kita tetap rajin menengadah ke atas langit.
Saudaraku fillah,
Kalo kita mau merenungi, apa yang Allah berikan pada kita baik itu berupa kesulitan atau permasalahan bukan karena Ia tidak sayang pada diri kita. Justru hal inilah wujud cinta dan kasih sayang-Nya agar kita tidak menjadi manusia yang kufur, kikir, dan sombong. Agar kita senantiasa menengadahkan tangan ke atas (berdoa) memohon kepada Allah, dan agar kita memiliki keyakian kuat bahwa Allah akan mengabulkan permintaan kita apabila kita berdoa kepada-Nya.
Saudaraku fillah,
Apalagi yang membuat kita tidak berdoa kepada-Nya? Masuk akal-kah seseorang yang sedang tenggelam memohon pertolongan dari orang yang juga tenggelam? Masuk akal-kah seseorang yang sedang membutuhkan, meminta pertolongan dari orang yang juga membutuhkan?!!
Saudaraku fillah,
“Hai manusia, kalianlah yang membutuhkan Allah, dan Allah, Dia-lah Yang Maha Kaya (tidak memerlukan sesuatu) lagi Maha Terpuji.” (Q.S. Fathir:15)
Allahuakbar…dalam ayat di atas jelaslah bahwa setiap diri kita membutuhkan Allah. Setiap diri kita adalah fakir. Kita adalah hamba-hamba yang fakir dan Allah-lah Yang Maha Kaya. Wahai sang fakir, lantas kepada siapakah engkau akan kembali?
“Katakanlah, ‘Wahai Tuhan yang mempunyai kerajaan, Engkau berikan kerajaan kepada orang yang Engkau kehendaki dan Engkau cabut kerajaan dari orang yang Engkau kehendaki.Engkau muliakan orang yana Engkau kehendaki dan Engkau hinakan orang yang Engkau kehendaki. Di tangan Engkau-lah segala kebajikan.Sesungguhnya Engkau Maha Kuasa atas segala sesuatu.” (Q.S. Al Imran:26).
“Setiap diri kita adalah fakir miskin yang membutuhkan Allah.”
Masuk akalkah seorang fakir miskin meminta sesuatu kepada sesama fakir miskin? Masuk akalkah seorang fakir miskin mengaharap bantuan juga dari sesama fakir miskin?! Wallahu’alam bishowab.
Ya Allah... bimbinglah kami agar kami senantiasa menjadi hamba yang bersyukur dan tawadhu’ di hadapan-Mu.
Maroji’: MQ Amru Khalid
Hadiah Terindah to Saudara Q-ta
Hadiah Terindah to Saudara Q-ta
Dari beberapa riwayat Rasulullah SAW bersabda:
“
“Seseorang yang berpuasa memiliki saat mustajab ketika ia berbuka.” (H.R.Ibnu Majah)
”Dan doa seorang pemimpin yang adil tidak akan tertolak.” (H.R. At-Turmudzi dan Ibnu Majah)
“Doa yang dipanjatkan antara adzan dan iqamah, tidak akan ditolak. (H.R. At-Turmudzi,Abu Dawud, dan Ahmad)
“Saat yang paling dekat bagi seorang hamba dengan Tuhannya adalah ketika ia bersujud. Maka perbanyaklah doa ketika kalian bersujud.” (H.R.Muslim,Abu Dawud, An-Nasa’i, dan Imam Ahmad)
Suatu saat seorang laki-laki pernah datang kepada Rasulullah dan bertanya, ”Wahai Rasulullah, doa manakah yang paling didengar?” Rasulullah SAW pun menjawab :
“Di sepertiga malam yang terakhir, Allah turun ke langit dunia dan bertanya, ‘Apakah ada orang yang berdoa, untuk Aku kabulkan? Apakah ada orang yang meminta, untuk Aku penuhi? Apakah ada orang yang memohon ampun, untuk Aku ampuni?’” (H.R. Bukhari dan Muslim)
Saudaraku yang dirahmati Allah,
Subhanallah… ternyata doa-doa mustajab begitu banyak disebar untuk kita dalam berbagai macam moment atau kesempatan. Doa adalah suatu kata yang sederhana, tapi mengandung sebuah kekuatan yang super dahsyat. Bahkan terkadang tidak dapat tertandingi oleh logika, otot, ataupun ide serat fikriyah kita.
Saudaraku yang dirahmati Allah,
Subhanallah, begitu besarnya Allah memberikan banyak kesempatan dan kemudahan kepada kita dalam setiap moment. So…teruslah berdoa…berdoa… dan berdoa. n_n Dan janganlah menjadi manusia yang kikir, yang egois memanjatkan doa hanya untuk kebaikan dan keselamatan dirinya saja. Tapi doakan juga orang-orang yang kita cintai, saudara-saudara kita, dan ... for all. Jadilah orang yang cerdas. Jika antum ingin berdoa dan ingin hajat antum dikabulkan oleh Allah, maka berdoalah kepada-Nya untuk saudara antum juga meskipun jauh, sehingga doa ini akan dikabulkan juga untuk antum secara tidak langsung.
Rasulullah SAW bersabda:
“Doa seorang muslim untuk saudaranya dari jauh (ketika sedang tidak bersama) adalah doa yang mustajab. Di kepalanya terdapat seorang malaikat khusus yang setiap kali ia berdoa untuk saudaranya, malaikat itu pun berkata: ‘Amin. Dan semoga engkau juga mendapatkan yang serupa.’ “ (H.R. Muslim,Ibnu Majah, dan Imam Ahmad)
Saudaraku yang dirahmati Allah,
Ø Sudahkah kita berdoa untuk orang tua, keluarga, kerabat-kerabat kita?
Ø Sudahkah kita berdoa untuk sahabat, teman , dan sudara-saudara kita?
Ø Sudahkah kita berdoa untuk orang-orang yang berbuat baik pada kita?
Ø Sudahkan kita berdoa untuk orang-orang yang pernah kita dzolimi?
Ø Sudahkah kita berdoa untuk para ustadz, murobbi, dan juga para guru kita?
Ø Sudahkah kita berdoa untuk para mad’u dan mutarobbi kita?
Ø Sudahkah kita berdoa untuk para tetangga kita?
Ø Sudahkah kita berdoa untuk kemudahan dan kemenangan dakwah ini?
Ø Sudahkah kita berdoa untuk dien ini?
Ø Sudahkah bibir ini basah untuk berdoa...berdoa.. dan berdoa.... ^_^
Wallahu’alam bishowab.
Saudaraku yang dirahmati Allah,
Alla kulli hal.... ternyata banyak sekali orang di luar sana (saudara kita) yang senantiasa mendoakan kita juga dengan tak henti-hentinya, bahkan tanpa kita minta. So....mulai saat ini, janganlah lupa untuk senantiasa berdoa.. berdoa.. dan berdoa untuk mereka ketika antum tidak sedang bersama mereka ataupun dalam kebersamaan dengan mereka. Jangan lewatkan setiap moment yang ada karena setiap moment begitu berarti ^_^
Jadikan DOA sebagai HADIAH TERINDAH untuk saudara kita ?! n_n
Solo, 23 Agustus 2008
Mengulang...Mengulang.. dan Mengulang...
Mengulang...Mengulang… dan Mengulang...
Saudaraku fillah,
Sering sekali kita jumpai atau bahkan mungkin terjadi pada diri kita, berapa banyak ayat dan
Saudaraku yang dirahmati Allah,
Rasulullah SAW bersabda :
“Dosa-dosa umatku ditunjukkan kepadaku, kemudian Aku tidak menemukan dosa yang lebih besar dari sebuah
Saudaraku fillah,
MasyaAllah… alangkah sedihnya diri kita…. Berapa banyak ayat dan
Saudaraku fillah, tahukah antum apa faktor penyebab lupa ini?? KESIBUKANKAH? Atukah PENYEPELEAN? Atau……. May be begitulah ikhwah fillah.
Saudaraku yang dirahmati Allah,
Sekarang lupakanlah masa lalu dan mari kita segera berubah, beruhul istijabah. Mengulang…mengulang…. dan mengulang….hafalan, dan memohon petunjuk serta tuntunan Allah plus menambah hafalan-hafalan yang baru. Jangan pernah menyia-nyiakan kesempatan jika di beberapa waktu yang lainnya kita memiliki saat-saat tenggang, misal setelah Sholat Shubuh atau pada hari-hari libur kita. Semoga dalam kesibukan-kesibukan kita dan mungkin dalam perjalanan kita kita bisa menjadikan moment untuk mengulang…mengulang…dan mengulang…hafalan kita.Permulaannya memang tidak akan semudah membalik telapak tangan, atau tidak semudah ana menulis tulisan ini. So..iringilah dengan doa yang tulus kepada Allah, agar Dia menolong kita dalam hal ini. Dan…”Kesabaran itu diperoleh dengan berusaha untuk terus bersabar.” (Amru Khalid) InsyaAllah n_n
Saudaraku fillah…
Dimanakah gerangan AZZAM dan MOTIVASI kuat kita yang dulunya mampu menggetarkan gunung-gunung?! ^_^
Kuatkanlah AZZAM dan GHIROH dalam diri ini Ya Rabb… wallahu’alam bishowab.
Solo, 23 Agustus 2008
Jumat, Agustus 22, 2008
Datang Penuh MAKNA, Berlalu dengan KESAN ^_^
Datang Penuh MAKNA, Berlalu dengan KESAN ^_^
Saudaraku fillah....
Bagaimana seandainya orang yang sangat kita cintai dan juga kita rindukan akan mengunjungi diri kita??? Apalagi ia akan singgah beberapa waktu di rumah kita. Subhanallah......pasti ada perasaan senang dan happy n_n
Kita pasti akan bersiap-siap untuk menyambutnya, mempersiapkan segala fasilitas yang ada, jamuan, bahkan may be akan mempersiapkan penampilan terbaik kita. Kita pasti akan membuat planning, membuat rencana bagaimana menjamu orang yang kita cintai itu dari awal kedatangannya sampai hari-hari berikutnya supaya kehadirannya benar-benar membawa makna dan kesan. Ehm... apalagi kita tahu bahwa orang yang kita cintai itu, yang akan singgah di rumah kita itu ternyata juga disayangi dan dimuliakan oleh orang lain. Subhanallah..... benar-benar suatu kehormatan dan hal yang istimewa ketika ia akan singgah di rumah kita, kita akan bertemu dengannya.
Saudaraku fillah....
Cerita di atas adalah gambaran diri kita dan ramadhan. Orang yang sangat kita cintai dan kita rindukan, yang akan singgah di rumah kita beberapa waktu itu adalah RAMADHAN, yang kehadirannya dinanti-nantikan oleh umat dan juga dimuliakan. So…ketika Ramadhan (sesuatu yang kita rindukan) itu akan datang maka seharusnya kita mempersiapkan diri, memplanning, dan juga membuat target-target untuk melalui hari-hari bersamanya agar kebersamaan dengannya memberikan makna dan kesan. n_n
"Allahumma Bariklana fi Rojaba wa Sya'bana Wa Balligna Romadhon"
MARHABAN YA RAMADHAN…. Sudahkah diri ini siap menyambutnya???
Semoga Engkau datang penuh makna dan berlalu dengan kesan ^_^
Kamis, Agustus 21, 2008
Jangan jadikan AIR itu BERHENTI.....

Saudaraku fillah...
Terkadang tanpa kita sadari kesibukan kita dalam urusan duniawi, jihad akdemik kita, pekerjaan, dan juga keluarga kita membuat kita lalai. Terkadang karena urusan-urusan ini kita sering sekali meninggalkan ibadah wajib kita, amalan yaumiyah kita, dan tidak beruhul istijabah (bersegera) terhadap seruan-Nya. Karena kesibukan itulah terkadang kita berhenti dari aktivitas da’awi dengan alasan tidak punya waktu, lelah, dan juga sibuk abisss. Jangankan aktivitas da’awi, amalan yaumiyah saja sering terabaikan, dzakir al ma’tsurat tidak lagi menjadi kebiasaan setiap pagi dan sore, tilawah satu juz tidak pernah terpenuhi, Qiyamul lail terkalahkan oleh hangatnya selimut, dan sholat wajib pun seperti karet. Padahal ”barang siapa yang meninggalkan suatu amalan, maka niscaya ia tidak akan bisa menyempurnakan.” Kelelahan sering sekali kita jadikan sebagai alasan dan tanpa kita sadari ternyata waktu kita lebih banyak kita habiskan untuk hal yang sia-sia atau sekedar beristirahat. So jangan pernah diri ini merasa lelah dalam beramal, jangan berhenti sobat.... karena ”dalam kelelahan, seorang kader akan menemukan produktivitasnya.” (Afwan ya Kak Ery, ana gantian copy paste motto antum)
Saudaraku fillah.......
Belajar dari Shirah Nabi, bahwasannya dahulu Perang Ahzab dan Perang Khandaq adalah salah satu pertempuran yang melelahkan. 10.000 pasukan multinasional yang mengepung Madinah telah membuat kaum muslimin tidak sempat melakukan Sholat Dhuhur, Ashar dan maghrib. Bahkan ”hanya” sekedar kencing saja juga tidak sempat.
Selesai perang yang sangat melelahkan fisik dan psikis ini, Rasulullah SAW hendak beristirahat barang sejenak. Karenanya, beliau sarungkan dan gantungkan pedang dan senjatanya. Namun Allah tidak menginginkan beliau dan kaum muslimin beristirahat. Karenanya, Allah kemudian mengutus malaikat Jibril untuk menemui Rasulullah SAW. Malaikat Jibril berkata : ”Sepertinya Engakau sudah meletakkan senjatamu, wahai Rasulullah? Padahal para malaikat belum meletakkan senjata mereka.....” Rasulullah SAW sadar bahwa Alllah SWT melalui Jibril telah memerintahkannya untuk melanjutkan jihad, kendatipun ia belum sempat beristirahat barang sejenak. (Tahdzib Sirah Ibnu Hisyam).
Riwayat di atas menggambarkan kepada kita agar kita ”tidak berhenti” dalam dan dari berjihad. Sungguh, sebuah manuver yang menggambarkan betapa Rasulullah dan para sahabat itu senantiasa menumpahkan segala potensi dan kemampuan yang dimilikinya secara maksimal dan tiada henti, sehingga ”tidak ada” waktu lagi untuk beristirahat dan ”meng-andai-andaikan” hal-hal yang sifatnya duniawi.
Kalau saja hal itu kita ibaratkan sebagai air yang mempunyai potensi besar untuk menerjang apa saja, maka aliran air itu tiada pernah berhenti. Justru kalo air itu berhenti dan tidak mengalir, maka air itu akan menjadi kotor, rusak, sarang nyamuk, dan sumber penyakit, serta akan berubah warnanya. Akankah potensi kita akan bernasib sama dengan air itu??? Wallahu’alam bi showab...
Maroji’ : taujihat dari Medina
Jangan Takut Lelah ^_^
Jangan Takut akan Lelah...^_^
Tidak dapat dipungkiri, kelelahan, kepenatan, dan kegelisahan sering sekali menghinggapi dan menguji daya tahan seorang kader, jundi, maupun qiyadah. Tuntutan terhadap komitmen, amanah, tanggungjawab sering menguji diri kita. Antara kuliah, tuntutan maisyah (bekerja), target yaumiyah, syuro, berijtima’iyah, dsb. Apakah kita termasuk golongan yang BERISTIQOMAH ? he..he.. apa kata dunia, kalo kita tidak bisa memenuhinya? ^_^
Saudaraku fillah... jika kita membaca dan mengingat kisah Nabi Yusuf a.s, kita bisa belajar tentang KEISTIQOMAHAN. Ia lebih memilih di penjara daripada harus menuruti hawa nafsu rendah manusia, yang benar di penjara, sementara yang salah malah bebas. Ada satu hal lagi yang bisa kita petik dari kisah Nabi Yusuf as, yaitu ketika wanita-wanita yang mempergunjingkan Zulaikha diundang ke istana untuk melihat Nabi Yusuf. Mereka mengiris-iris jari-jari tangan mereka karena terpesona melihat ketampanan Nabi Yusuf. MasyaAllah......., kekaguman dan keterpesonaan mereka pada seraut wajah tampan milik Nabi Yusuf membuat mereka tidak merasakan sakitnya teriris-iris.
Saudaraku fillah... hal yang demikian bisa pula terjadi pada orang-orang yang punya azzam dan tekad mulia ingin bersama para nabi, rasul, syuhada dan shalihin serta ingin meraih surga-Nya. Mereka tentunya akan sanggup melupakan sakitnya penderitaan dan kepahitan perjuangan karena keterpesonaan mereka pada surga dengan segala kenikmatannya yang dijanjikan. Mereka adalah orang-orang yang tidak takut lelah dan senantiasa berusaha untuk tetap tegak berdiri dengan keistiqomahannya ^_^
Ya Robb.... bimbinglah hati-hati ini untuk senantiasa istiqomah dan beruhul istijabah terhadap seruan-Mu. Dan jauhkanlah kami dari sifat keluh kesah n_n
Manusia yang ber-AZZAM dan ber-TEKAD
Manusia yang ber-AZZAM dan ber-TEKAD
Saudaraku fillah...
Sesungguhnya setiap pilihan itu akan ada konsekuensi dan menuntut komitmen dari para pemilih atau pelakunya. Termasuk ketika kita memilih untuk mendedikasikan diri ini di jalan dakwah. Akan ada seruan-seruan ataupun perintah yang menuntut kita untuk taat dan beruhul istijabah (bersegera) dalam menyambutnya. Tapi tidak hanya sekedar itu juga, harus disertai dengan jiddiyah (kesungguh-sungguhan) ^_^
Saudaraku fillah....
Sejarah telah diwarnai, dipenuhi dan diperkaya oleh orang-orang yang sungguh-sungguh. Bukan oleh orang-orang yang santai, berleha-leha dan berangan-angan. Dunia diisi dan dimenangkan oleh orang-orang yang merealisir cita-cita, harapan dan angan-angan mereka dengan jiddiyah (kesungguh-sungguhan) dan kekuatan tekad.
Perjuangan ini tidak bisa dijalani dengan ketidaksungguhan, azam yang lemah dan pengorbanan yang sedikit.Dakwah berkembang di tangan orang-orang yang memiliki militansi, semangat juang yang tak pernah pudar. Ajaran yang mereka bawa bertahan melebihi usia mereka.
Saudaraku fillah….
Nah kalo kita sadari, diantara sekian jenis kemiskinan, yang paling memprihatinkan adalah kemiskinan azam, tekad dan bukannya kemiskinan harta. Misalnya anak yang mendapatkan warisan berlimpah dari orangtuanya dan kemudian dihabiskannya untuk berfoya-foya karena merasa semua itu didapatkannya dengan mudah, bukan dari tetes keringatnya sendiri. Boleh jadi dengan kemiskinan azam yang ada padanya akan membawanya pula pada kebangkrutan dari segi harta. Sebaliknya anak yang lahir di keluarga sederhana, namun memiliki azam dan kemauan yang kuat kelak akan menjadi orang yang berilmu, kaya dan seterusnya. Demikian juga seseorang tidak mungkin keluar dari kejahiliyahan dan kemaksiatan yang ada tanpa tekad, kemauan, dan kerja keras.
Selamat berjuang saudaraku fillah... !!! Semoga Allah senantiasa menguatkan AZZAM dan TEKAD ini. InsyaAllah. n_n
Kebahagiaan sejati akan diperoleh manusia bila ia tidak bertumpu pada sesuatu yang fana dan rapuh, dan sebaliknya justru berorientasi pada keabadian.
Nabi Yusuf as sebuah contoh keistiqomahan, ia memilih di penjara daripada harus menuruti hawa nafsu rendah manusia. Ia yang benar di penjara, sementara yang salah malah bebas.
Ada satu hal lagi yang bisa kita petik dari kisah Nabi Yusuf as. Wanita-wanita yang mempergunjingkan Zulaikha diundang ke istana untuk melihat Nabi Yusuf. Mereka mengiris-iris jari-jari tangan mereka karena terpesona melihat Nabi Yusuf. "Demi Allah, ini pasti bukan manusia". Kekaguman dan keterpesonaan mereka pada seraut wajah tampan milik Nabi Yusuf membuat mereka tidak merasakan sakitnya teriris-iris.
Hal yang demikian bisa pula terjadi pada orang-orang yang punya cita-cita mulia ingin bersama para nabi dan rasul, shidiqin, syuhada dan shalihin. Mereka tentunya akan sanggup melupakan sakitnya penderitaan dan kepahitan perjuangan karena keterpesonaan mereka pada surga dengan segala kenikmatannya yang dijanjikan.
Itulah ibrah yang harus dijadikan pusat perhatian para da'i. Apalagi berkurban di jalan Allah adalah sekedar mengembalikan sesuatu yang berasal dari Allah jua. Kadang kita berat berinfaq, padahal harta kita dari-Nya. Kita terlalu perhitungan dengan tenaga dan waktu untuk berbuat sesuatu di jalan Allah padahal semua yang kita miliki berupa ilmu dan kemuliaan keseluruhannya juga berasal dari Allah. Semoga kita terhindar dari penyimpangan-penyimpangan seperti itu dan tetap memiliki jiddiyah, militansi untuk senantiasa berjuang di jalan-Nya. Amin.
Wallahu a'lam bisshawab
Akhwat Sejati
![]()
Komitmen pada amal yaumi
Senantiasa mentarbiyahi diri
Harus senantiasa mensyukuri
segala nikmat ilahi Robbi
Berusaha menepati janji
Tidak mengedepankan emosi
Senantiasa mengoreksi diri
Harus bisa memaknai
setiap ujian dan peristiwa yang terjadi
Berusaha menjaga hati
Berjuang menggapai cinta yang hakiki
Tak pernah mengenal kata henti
menggapai ridho Ilahi
Manusia Langit
Manusia Langit
Jadilah manusia-manusia langit
Yang dengan sayapnya dapat meringankan beban bumi
Jadilah manusia-manusia langit
Dengan biru langitnya, mampu memeberi keteduhan pada bumi
Jadilah manusia-manusia langit dengan sejuta keutamaannya
Ia istimewa karena rela berkorban
Dengan tubuhnya ia payungi bumi
Agar tidak kepanasan…
Ia menjadi mulia, karena baginya…
Memberi adalah sebuah keindahan.....keindahan.... dan keindahan…..
Tapi...manusia langit bukan segalanya
Di atas kecantikannya....Allah-lah Yang Maha Sempurna
Manusia langit bukanlah segalanya
Sayapnya bisa lelah, birunya dapat tertutup awan hitam
Tubuhnya tidak mampu menutup seluruh bumi
Dan ia perlu menerima....,
menerima sebuah kekuatan untuk menjalankan tangannya
Karenanya...
Di pagi hari ia berdzikir
Saat siang ia bekerja
Malam hari ia berkhalwat dengan Rabb-nya
Sebab tanpa Rabb-nya…
Ia pasti bukan apa-apa
(from : ikhwahfillah)
